MENGENAL TITIK

dan ketika mata ini mengatup
maka tampaklah segala yang tak nampak
begitu jelas menyusuri pori-pori hati

KAMU masih mencintai kami bukan ?
tanpaMU…
kami hanyalah mata yang terkatup
tertutup
gelap
dan sia sia

satu ketika,
saat KAMU beri kami cahaya
maka kami mengenal TITIK~

HELAI RASA

kutelan juga racun yang kamu suguhkan
racun cinta bikin mabuk kepayang
kepalang..
kutelan
sebagai asupan
gizi yang kamu ceritakan
dihadapan rembulan

masih kuingat,
ketika kujilati tiap helai rasa
yang kamu berikan
saat kamu robek isi dadaku
dengan pedang kemunafikan
tak pantas sehidup semati
harakiri lebih berarti
itu ucapku…dalam hati

kutelan saja segala racun
yang kamu berikan
kutelan semua sampai kenyang
kemudian,
kumuntahkan dihadapan rembulan
cahayaNya menjilati tepian hati
bagai batu kristal berwarna-warni
yang turun dari langitMu
melumuri mahkotaku

Ini hanya bagian dari mimpi..?

kutelan segaris ukiran ulah rupa dunia
dari masa ke masa
sebait nama tak ubahnya lentera sepi
yang mengingatkan kala sepi menerkam
kutelan juga dalam cengkeraman malam
saat rembulan diam-diam menghilang
kedalam tenggorokan.