Jelaga di atas telaga

Perjalanan panjang
seperti rindu tanpa batas
kenangan demi kenangan
bagai jelaga yang terbang
mengapung
meninggalkan api unggun
pada bayang air di atas telaga

Malam ini,
aku berusaha mengingat
Lembaran kertas usang
sisa catatan yang telah jadi abu
tanah terdiam
angin berbisik :
…Lupakan itu.. !
Segalanya telah jadi arang

Di tepi telaga ini
sepi..
rombongan manusia itu
yang merusak alam disekitarku
pergi menjauh
airmataku menetes..
menyatu bersama jelaga
diatas riak air telaga

Aku hanya selembar daun
yang terbawa angin.. lalu
mendarat di bibir rerumputan
entah telah berapa kali,
angin membawaku terbang
dan, entah sampai kapan…?
angin berbisik :
…Lupakan itu.. !
Segalanya telah jadi arang~

Antara Matahari dan Matahati

Matahari telah lama ada
sebelum kita hadir
panas cahayanya membakar energi
jadi bagian dari sel tubuhmu
agar dapat berkarya
dapat mengembangkan keturunan
dapat berlari
bahkan dapat sembunyi
dari kenyataan

Andai Adam dan Hawa
tak terusir dari surga
karena tertutupnya matahati, maka…
tidaklah berkembang sampai sekarang
menjadi kita
kita yang telah saling mengenal
Budaya masing-masing
kita juga yang mengulang kehancuran
Bangsa masing-masing

Diantara matahari dan matahati
ada api yang selalu mengintip
gerak bahasa hasratmu
ia sembunyi dibalik hamparan planet ini
dan kini, ia bergerak menari
bersama tarian api dalam tubuhmu
dimana matahati sembunyi?
sedangkan matahari tetap tersenyum
menemani harimu~

Antara debu dan merdeka

Debu..
ia bebas
bagaikan serombongan anak bermain
berlarian bersama angin
dari kabut asap yang tak kompak
akibat kebakaran hutan
sampah batu bara yang beterbangan
juga cucu wedus gembel yang muntah
dari perut bumi
dan, cicit termungil dari polusi udara

Debu adalah..
sampah udara yang kita ciptakan sendiri
serta racun yang meracuni tubuh
secara perlahan-lahan
Limbah dari pabrik-pabrik
dari kendaraan yang kita tumpangi
awalnya merupakan kebutuhan
selanjutnya hanya pakaian gengsi

Bung,
apakah kita sudah merdeka?
atau.. akan kembali jadi debu?