~ Bertanya pada Luka ~

Luka hati
bagai tersayat sembilu
darah bergejolak
sakit
pedih
perih
membakar titik api kecewa
memicu segumpal amarah
pada jiwa

Luka bakar itu
panasnya sampai ke tulang sum-sum
urat dan daging bergetar
mendengung seperti sirene
jantung berdegup keras
seolah memberi perintah
kepada lapisan sel lain dalam raga
antisipasi ke arah sekelilingnya
aaah… Luka mencipta derita
serta angkara

Luka-luka kita masih terasa
luka yang mana?
luka asap yang lahir dari sang api
luka banjir
luka tanah longsor
luka gempa
luka papua
Luka-luka bumi pertiwi
korban ambisi
siapa yang mampu mengobati
kecuali..
ibu bumi dan bapak angkasa

Turunlah wahai Penduduk langit
keluarlah wahai Penjaga bumi
lihat…
Tanah ini terkoyak-koyak
Langit pun telah penuh sampah
aaaah… cerita apa lagi
yang dapat tersampaikan
kecuali kenyataan
yang amat sangat menyedihkan
ketika luka-luka berubah jadi uka-uka..

Luka semakin menganga
mengapa manusia saling melukai?
apakah telah kehilangan nurani
sehingga hancur jati diri
padahal kita hanya menumpang di sini
di planet bumi~