BERTANYA PADA RUANG

Dalam masa kandungan ibu
adalah ruang pertama yang kita kenal
sebagai manusia dan juga hewan
seperti ruang inkubasi otomatis
setelah melewati dimensi Nol
yang jadi rahasia Sang Maha Pencipta

Ruang dimensi kedua
mulai perjalanan jiwa
belajar mengenal kehidupan lain
hadir pada kursi pendidikan
bahkan bisa sampai ke jabatan
tergantung keberuntungan

Ruang adalah takdir kehidupan
bukan pilihan sebagai anak keluarga miskin
tetapi bisa jadi kaya dengan segala cara
yang tersurat atau pun tersirat
berawal dari niat
dan tekad

Ruang peradaban ini telah berulang
bisa jadi kita telah hadir berabad lalu
berubah bentuk jadi binatang, pepohonan..
atau sebagai ikan dan air di lautan
dan atau, bisa jadi hanya kumpulan bebatuan
itukah penyebab sebutan si kepala batu?

Ruang yang kita tempati tentu berbeda
seperti pada saat ini
ada ruang orang baik dan diakui
ada pula ruang orang setengah baik
yang mudah dipengaruhi
aturan kuno perangkap ego manusia lain

Ruang kelas yang pernah kita singgahi
mestinya jadikan kita tak perlu berhutang
hutang berhutang justru pemicu perang
perang yang menghancurkan setiap ruang
hukum alam kembali peradaban berulang
menuju ke ruang dimensi ke lima

Adakah ruang pemalas dan penghianat di sana?

BERTANYA PADA CINTA

Aku pernah jatuh cinta
berselimut rindu
pada dialog angan dan cita
yang terkoyak perlahan oleh cemburu

Cinta..
apakah kau hanya seutas rasa
yang dengan mudah berubah
dari ingin memiliki jadi benci

Benang rindu perlahan getas
angan dan cita bersama menjauh
sekejam itukah permainan rasa
dalam jerat belenggu dusta

Dikejauhan sana,
bendera cinta berkibar
“Selamatkan planet bumi”
dari iklim, politik, dan ekonomi

Cinta…
dimanakah kau sembunyi ?