DI TEPI TELAGA KUMITIR

Satu senja di tepi telaga Kumitir
ada yang tersingkir dan ada yang hadir
getaran cinta tetap membahana
bangkitkan yang hilang jadi ada

Selembar cinta itu tersangkut
disela puing-puing talud
kupelintir prosa bagi masa lampau
bergumpal menyatu seperti batu-batu

Zaman segera berubah adanya
para pencari menggugah sejarah silam
sehelai daun bergumam di tepi telaga
“Selamat tinggal kelam”