DI TEPI TELAGA KUMITIR

Satu senja di tepi telaga Kumitir
ada yang tersingkir dan ada yang hadir
getaran cinta tetap membahana
bangkitkan yang hilang jadi ada

Selembar cinta itu tersangkut
disela puing-puing talud
kupelintir prosa bagi masa lampau
bergumpal menyatu seperti batu-batu

Zaman segera berubah adanya
para pencari menggugah sejarah silam
sehelai daun bergumam di tepi telaga
“Selamat tinggal kelam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s