RUANG dan WAKTU

Adalah perputaran dan pertukaran
bukan tentang untung dan rugi
bukan pula soal kepemilikan
dan penguasaan

Karma hanya sebuah alasan
yang terjadi dari akibat sebab
sejak dulu, peradaban berulang
saksi itu adalah ruang dan waktu

Perputaran matahari dan bulan
merupakan ibadah yang panjang
pada pertukaran takdir kehidupan
sang Pendosa serta sang Pendoa

Malaikat yang tak terlihat
selalu mencatat
apa pun napsu yang menggeliat
dan, saat ruang dan waktu terlipat

Masih adakah ruang kasat mata..?
bagi kepuasan raga semata
kemana perginya sang jiwa..?
ketika waktu meninggalkannya

Semoga kita semua menyadarinya.

PERTIWI oh pertiwi…

Sepertinya kita sedang frustrasi
hingga lupa pada Pertiwi
ia belum bersuara
tapi sudah jelas protesnya
semua kita bersalah…
tak mampu melestarikan
keindahan penampilannya
maka ia pun menari gemulai
di antara percik api badai matahari

Atau, setitik debu dari badai pasir
yang menutup penglihatan kita
di sudut itu,
angin tak sempat iba…
kemanakah perginya,
sajak perjuangan yang dulu?
sebelum kita menghias pakaian
Pertiwi dengan bunga indah
dari Sabang sampai Merauke

Pertiwi memanggil kembali
ke pangkuanNya
mengapa kita lupa,
telah lahir dari rahimNya..? ~

GETARAN TUHAN

Semilir angin menerpa
diantara desing peluru
dan juga kelaparan

Adakah kau dengar suara itu?
diantara pesta kerakusan,
dan waktu yang mengibaskan  

Napsu itu membuat lupa
buta dan tuli
seolah pesta tak akan usai

Perlahan,
kicau burung menghilang
pada peperangan jiwa kemarin

ada zombie, ada longsor
tsunami pembersihan jiwa
getaran itu ada dimana-mana

Pada malam seribu bulan
membias catatan hidupmu  
aah, sudahilah mual itu

Semilir angin menerpa
diantara detak jam dinding
dan sepi yang mencekam.

SEBUAH TITIK

Mengalun desah cinta
disepertiga malam
melayang terbang ke angkasa
diantara kisah disepanjang usia
dalam labirin doa
sang Pendosa dan sang Pendoa

Kasih membias ditiap rentetan usia
seakan mengurai tiada habisnya
seperti mimpi yang tertulis di kertas
kau akan membacanya sendiri
perjalanan yang kau endapkan itu
hanya sebab dari sebuah titik

silakan nikmati
apa yang telah ditanam
se-karat,
atau saling manfaat
hidup hanya sebentar
dan, bukan sekedar kelakar.~

~tentang WAYANG~

Pada cerita perang di Kurukshetra
antara Pandawa dan Korawa
berawal dendam Duryodana pada Yudistira

Berbeda dengan perjuangan Yulius Caesar
seorang Diktator Republik Romawi
akhirnya tewas ditangan para Senatornya

sedangkan Tunggul Ametung raja di Tumapel
dibunuh oleh pengawalnya sendiri, Ken Arok
yang tergoda kecantikan permaisuri Ken Dedes

Harta, tahta, dan wanita
sejak dulu memang menggoda
sedangkan kita, hanya wayang akhir zaman

Akhir zaman yang memabukkan
zaman edan.. tak edan tak kebagian
itu kata ronggowarsito atau ramalan..?

ketika sabdo palon nagih janji
goro-goro tak dapat dihindari
akhirnya Pada Susah Bareng Bareng (psbb)

Wis yoo sabar wae
wis wayahe toh.. kie.. ?
wayang yo karepe Sang Dalang wae~

Bertanya pada HENING

Darah kita sama
makanan pun masih sama
hanya corona yang belum basi

Terkapar kaku disana
atau menghilang dari keramaian
bukan hal basi yang berbeda

Innalilahi wa innailaihi rojiun
di setiap negara
hampir di tiap kota

Dingin
hening
namun penuh makna

Kota jadi sepi
entah apa yang bakal hadir lagi
setelah corona pergi

Angan boleh melayang jauh
entah ditikungan waktu yang mana
pada titik nyali yang berbeda

HeningNya heningMu
adakah yang tahu?
skenario Sang PenciptaMu~






DIPERKOSA DUNIA

aku diperkosa matahari
dalam kenikmatan bercumbu dengan tantangan
sebab harus melewati kesalahan tak bertuan

aku diperkosa senja
saat emosi pada titik nadir kesabaran
atas jiwa yang mengendap di ambisi

aku diperkosa malam
oleh kejantanan pikiran
menggauli sudut pandang kebenaran

diperkosa angan dan angin
yang mencatat waktu
lalu menggulung hari

diperkosa air
terbawa hanyut ke samudera
dan kembali ke jati diri

diperkosa oleh waktu
di telapak tangan menuju ketiadaan
atau ke keabadian?

tak lekang dari hati
menari dalam pusaran
angon, angan, ingin, dan angin~

~~> repost:
Agustus 2011 Tapos

CORONA

ia bukan artis papan atas
bukan pula bunga desa
yang terkenal cantiknya
Lelaki mana yang tak tergoda

ia bukan koruptor
yang tertangkap kpk
bukan pula jiwa tamak
yang manfaatkan bisnis kotor

ia hanya mahluk kecil
yang turun dari langit
mencari tempat bertumbuh
seperti mahluk hidup lain

tak ada yang tahu
maksud kehadirannya
tapi yang pasti ia terkenal
bukan karena kecantikannya

ia menari diantara imun
iman
dan aman… atau,
aamiin…. ?

PADA TITIK NOL

Ada suatu ketika kita memulai
segala sesuatu dari titik nol
disaat segalanya,
telah sampai pada titik puncaknya
yang tidak tahu.. menjadi sok tahu
yang banyak tahu malah pura-pura tidak tahu

segala daya dan gaya berkehidupan
telah mencapai puncaknya
yang kaya makin kaya
yang miskin tak berdaya
semua ada batas akhirnya
ketika alam memutar kembali ke titik nol

Adakah garis yang bisa kita lukis di sana?

PENCURI JIWA

mereka sembunyi
tersembunyi
menanti

mereka tak terlihat
tetapi menggeliat
mengajak sesat

kadang kita se-karat
disaat tampak akibat
penyesalan telah lewat

pencuri jiwa
tak peduli usia
menelan jiwa yang lupa

ingat.. ! ada yang Maha Pencipta
Maha Kuasa atas SegalaNya
jiwa hanyalah manifestasi DIA

Sadarlah wahai Jiwa
Kita bukanlah apa-apa
tanpa kekuatan DIA~

BERTANYA PADA JIWA

Kotak pandora terbuka
seluruh isinya keluar
gulungan segala tipu daya

Ambisi membelah dada
menelan isi kepala
membuat bodoh tuan yang buta

Waktu yang tergilas perlahan
detak gulungan tirai semesta
menyibak ribuan masa bercerita

Dunia khayal yang menerbangkan
keinginan dan kepuasan sementara
kesenangan sementara

Adakah jiwa ambigu
selain jiwa yang terkutuk
sementara?

Kotak pandora terbuka
menyusuri jejak fatamorgana
hanyut di alam semesta

Kemana tujuanmu sang jiwa?
apa hanya sampah di alam semesta?
memilukan sekaligus memalukan

Kotak pandora menutup kembali
setelah segalanya jadi usang
pada tempat yang berbeda~

TUHAN Kamu dimana ?

Pada sekejap cerita manusia
yang hidup di alam fana sekarang ini
bersifat hanya sementara saja..
kehidupan sesungguhnya,
di alam akhirat.. ada perjalanan panjang
menuju Surga atau Neraka

tapi Tuhan… tahukah Kamu?
banyak manusia yang kehilangan jati diri
mereka berubah seperti binatang
mereka takut kehabisan stok makanan
mengurangi populasi manusia
dengan perang yang menghancurkan

ternyata, keserakahan atas nikmat dunia
telah merusak rasa kemanusiaan
entah apa yang akan terjadi selanjutnya?
kami serahkan semuanya kepadaMu
Engkau Pemilik kerajaan Langit dan Bumi
ijinkan kami melihat KeajaibanMu~

~Jakarta, 17 Juni 2009~
~~~> pos ulang, Bogor, 23 Desember 2019~

BERTANYA PADA DIRI

Apakah kau telah bercermin?
kau tahu.. dititipkan wajah itu
dititipkan sebuah negeri
bukan untuk saling menguasai
hingga kehilangan rasa manusiawi

Apakah dirimu lupa…?
memiliki wajah sebagai manusia
atas jalan panjang yang melukiskan
potret kepedihan dan kesengsaraan
dari ulah kerakusanmu

Kalau saja.. aku adalah alam
aku mampu tenggelamkan
negerimu sebagai balasan atas
negeri yang telah kau hancurkan
bersama penduduknya

Kalau saja, aku adalah alam
tanpa ribuan senjata untuk hancurkan negerimu
hanya dengan ijin pemilik kerajaan Langit dan Bumi
bagaimana kalau serangan itu berbalik ke tempatmu?
Seperti apa yang sedang kau tunjukkan pada dunia

Planet bumi sebuah titipan bagi seluruh mahluk hidup
kalau saja, aku adalah alam
aku dengar pohon menangis.. hewan pun punya rasa
bisa saja jadi ancaman
atas kesombonganmu sebagai manusia

Siapakah penduduk langit?
siapa pula penduduk dibawah lapisan bumi?
yang tak tampak dan kau tak peduli
mereka bisa juga jadi ancaman
bagi kesombonganmu

Atau.. apabila tetap pada pilihanmu
menghancurkan seluruh lapisan bumi
mari bersama kita lupakan
bahwa kita pernah jadi bagian
di planet bumi~

BERTANYA PADA RUANG

Dalam masa kandungan ibu
adalah ruang pertama yang kita kenal
sebagai manusia dan juga hewan
seperti ruang inkubasi otomatis
setelah melewati dimensi Nol
yang jadi rahasia Sang Maha Pencipta

Ruang dimensi kedua
mulai perjalanan jiwa
belajar mengenal kehidupan lain
hadir pada kursi pendidikan
bahkan bisa sampai ke jabatan
tergantung keberuntungan

Ruang adalah takdir kehidupan
bukan pilihan sebagai anak keluarga miskin
tetapi bisa jadi kaya dengan segala cara
yang tersurat atau pun tersirat
berawal dari niat
dan tekad

Ruang peradaban ini telah berulang
bisa jadi kita telah hadir berabad lalu
berubah bentuk jadi binatang, pepohonan..
atau sebagai ikan dan air di lautan
dan atau, bisa jadi hanya kumpulan bebatuan
itukah penyebab sebutan si kepala batu?

Ruang yang kita tempati tentu berbeda
seperti pada saat ini
ada ruang orang baik dan diakui
ada pula ruang orang setengah baik
yang mudah dipengaruhi
aturan kuno perangkap ego manusia lain

Ruang kelas yang pernah kita singgahi
mestinya jadikan kita tak perlu berhutang
hutang berhutang justru pemicu perang
perang yang menghancurkan setiap ruang
hukum alam kembali peradaban berulang
menuju ke ruang dimensi ke lima

Adakah ruang pemalas dan penghianat di sana?