PENCURI JIWA

mereka sembunyi
tersembunyi
menanti

mereka tak terlihat
tetapi menggeliat
mengajak sesat

kadang kita se-karat
disaat tampak akibat
penyesalan telah lewat

pencuri jiwa
tak peduli usia
menelan jiwa yang lupa

ingat.. ! ada yang Maha Pencipta
Maha Kuasa atas SegalaNya
jiwa hanyalah manifestasi DIA

Sadarlah wahai Jiwa
Kita bukanlah apa-apa
tanpa kekuatan DIA~

BERTANYA PADA DIRI

Apakah kau telah bercermin?
kau tahu.. dititipkan wajah itu
dititipkan sebuah negeri
bukan untuk saling menguasai
hingga kehilangan rasa manusiawi

Apakah dirimu lupa…?
memiliki wajah sebagai manusia
atas jalan panjang yang melukiskan
potret kepedihan dan kesengsaraan
dari ulah kerakusanmu

Kalau saja.. aku adalah alam
aku mampu tenggelamkan
negerimu sebagai balasan atas
negeri yang telah kau hancurkan
bersama penduduknya

Kalau saja, aku adalah alam
tanpa ribuan senjata untuk hancurkan negerimu
hanya dengan ijin pemilik kerajaan Langit dan Bumi
bagaimana kalau serangan itu berbalik ke tempatmu?
Seperti apa yang sedang kau tunjukkan pada dunia

Planet bumi sebuah titipan bagi seluruh mahluk hidup
kalau saja, aku adalah alam
aku dengar pohon menangis.. hewan pun punya rasa
bisa saja jadi ancaman
atas kesombonganmu sebagai manusia

Siapakah penduduk langit?
siapa pula penduduk dibawah lapisan bumi?
yang tak tampak dan kau tak peduli
mereka bisa juga jadi ancaman
bagi kesombonganmu

Atau.. apabila tetap pada pilihanmu
menghancurkan seluruh lapisan bumi
mari bersama kita lupakan
bahwa kita pernah jadi bagian
di planet bumi~

BERTANYA PADA RUANG

Dalam masa kandungan ibu
adalah ruang pertama yang kita kenal
sebagai manusia dan juga hewan
seperti ruang inkubasi otomatis
setelah melewati dimensi Nol
yang jadi rahasia Sang Maha Pencipta

Ruang dimensi kedua
mulai perjalanan jiwa
belajar mengenal kehidupan lain
hadir pada kursi pendidikan
bahkan bisa sampai ke jabatan
tergantung keberuntungan

Ruang adalah takdir kehidupan
bukan pilihan sebagai anak keluarga miskin
tetapi bisa jadi kaya dengan segala cara
yang tersurat atau pun tersirat
berawal dari niat
dan tekad

Ruang peradaban ini telah berulang
bisa jadi kita telah hadir berabad lalu
berubah bentuk jadi binatang, pepohonan..
atau sebagai ikan dan air di lautan
dan atau, bisa jadi hanya kumpulan bebatuan
itukah penyebab sebutan si kepala batu?

Ruang yang kita tempati tentu berbeda
seperti pada saat ini
ada ruang orang baik dan diakui
ada pula ruang orang setengah baik
yang mudah dipengaruhi
aturan kuno perangkap ego manusia lain

Ruang kelas yang pernah kita singgahi
mestinya jadikan kita tak perlu berhutang
hutang berhutang justru pemicu perang
perang yang menghancurkan setiap ruang
hukum alam kembali peradaban berulang
menuju ke ruang dimensi ke lima

Adakah ruang pemalas dan penghianat di sana?

~siapa kita YANG sebenarnya~

telah habis kata bagi kesombongan jiwa
keangkuhan yg terbawa dari remah-remah sisa masa lampau
‘Bau’nya makin menggoda bulu-bulu halus dalam telinga
kesimpulan yg terbatas sebagai manusia
hanya mengejar harta, tahta, dan wanita

telah habis kata-kata
bagi sang durjana
bagi pendosa berwajah dua
bagi orang-orang yg mengakui kesuciannya
juga bagi kita dan anak cucu smua

kau sudah punya apa untuk mengganti dunia yg fana ini?
dia punya apa? kamu? mereka?
apa yg jadi milik kita sesungguhnya?
hanya serentetan kata dari skenario usang
yg bakal hancur oleh satu kata yaitu BIG BANG

lalu kau, dia, dan mereka
tak sempat mencari remah kata-kata
tak sempat mencuri hati Sang MAHA..
karena IA tak pernah mau bersuara
apalagi kepada mereka yg tak memahami makna KATA

~siapa kita YANG sebenarnya~

KATA SAMBUTAN

tipto0002pelangi do’a
hiasi langit kota dan desa
detak jam dinding
bias waktu demi waktu
yang tak pernah meninggalkan
setiap asa

secuil karsa bergelantungan
dibibir siang
“selamat datang para pecundang”
sambut jarum jam dinding
yang berputar mundur ke belakang
disetiap perubahan~

BIDADARI PELUKIS MIMPI

~mungkin hanya senja
yang masih dicumbu langit dan rembulan
bayangnya membias di pinggiran ombak
menerpa batu-batu karang
yang terdiam

aku terjaga di malam buta
“ah… di mana duniaku?”
di ruang tanpa bataskah?
kidung sunyi berpendar
menuju langit tanpa jeda

bulan memerah
malam menepi ditempat yang tak terbaca
pada musim tekateki kata
bidadari tak lagi melukis bintang
bagi sang pemimpi

apabila malam tak membawa luka
ketika terdengar nama-nama terurai disana
dan ribuan doa mereka menyingkap alam
menghempaskan cemas pada lagu sunyi
adalah sajak cinta yang mereka buat sendiri~

RAYUAN RINDU

Bulan,
kamu sedang apa?

kamu masih cantik seperti dulu
saat pertama aku mengenalmu
mengagumimu,
dan selalu menantikanmu
agar kita dapat berbincang
tentang sepinya malam
dalam bahasa qalbumu

dihamparan cahaya
digerbong waktu
bayangmu,
seperti lukisan yang diam
dimana hitam dan putih
berpadu,
pada lagu sunyi..

Bulan,
kamu sedang apa?

~AS~

WANITA DAN NYAMUK NAKAL

Plok..
kau tak suka pada nyamuk,
matikan saja!

nyamuk naas tak berdaya
lemparan ringanmu mematikan
dan tangan lain jadi incaran

tangan wanita menarik perhatian
dengan lembut diseruput
seperti nikmat menghirup kopi hangat

wanita kegatelan, menepis jemari lentiknya
balas serangan dengan raket
tetapi raket yang koyak ditengahnya

nyamuk menyerbu dari empat penjuru
hingga media-media melayang tak karuan
wanita itu shok lalu pingsan

wanita cantik itu terbaring koma
sebab racun nyamuk terhirup dada
nyamuk nakal terbang lagi sesukanya.

ADAM dan BENANG MERAH

Adam,
ini cerita tentang benang merah
yang hadir dari satu titik
Titik itu sebuah cahaya
yang berpendar menyusuri kedalaman
jiwa jiwa abadi
Titik terkadang menandakan saat untuk berhenti
namun, meski telah habis kata diurai
titik masih berbagi disudut ilusi
kadang ia tampak tak berdaya
bila singgah diruang kosong tak bernama
akan tetapi, ia tetap awal cahaya
dari benang merah
yang tak pernah luntur.