BERTANYA PADA JIWA

Kotak pandora terbuka
seluruh isinya keluar
gulungan segala tipu daya

Ambisi membelah dada
menelan isi kepala
membuat bodoh tuan yang buta

Waktu yang tergilas perlahan
detak gulungan tirai semesta
menyibak ribuan masa bercerita

Dunia khayal yang menerbangkan
keinginan dan kepuasan sementara
kesenangan sementara

Adakah jiwa ambigu
selain jiwa yang terkutuk
sementara?

Kotak pandora terbuka
menyusuri jejak fatamorgana
hanyut di alam semesta

Kemana tujuanmu sang jiwa?
apa hanya sampah di alam semesta?
memilukan sekaligus memalukan

Kotak pandora menutup kembali
setelah segalanya jadi usang
pada tempat yang berbeda~

TUHAN Kamu dimana ?

Pada sekejap cerita manusia
yang hidup di alam fana sekarang ini
bersifat hanya sementara saja..
kehidupan sesungguhnya,
di alam akhirat.. ada perjalanan panjang
menuju Surga atau Neraka

tapi Tuhan… tahukah Kamu?
banyak manusia yang kehilangan jati diri
mereka berubah seperti binatang
mereka takut kehabisan stok makanan
mengurangi populasi manusia
dengan perang yang menghancurkan

ternyata, keserakahan atas nikmat dunia
telah merusak rasa kemanusiaan
entah apa yang akan terjadi selanjutnya?
kami serahkan semuanya kepadaMu
Engkau Pemilik kerajaan Langit dan Bumi
ijinkan kami melihat KeajaibanMu~

~Jakarta, 17 Juni 2009~
~~~> pos ulang, Bogor, 23 Desember 2019~

GENERASI ABU-ABU

Bukan hitam
bukan pula putih
bisa jadi kelebihan hitam
atau putih

Bukan instans
bukan pula rekayasa
bisa jadi abu-abu
dikuasai hitam
maka jadilah hitam

Hitam itu gelap
Hitam itu tak terlihat
Hitam itu tak teraba
tak terasa…
Hitam itu,
BUTA

Hitam mencari dan mencuri cahaya
yang ditemuinya abu-abu
samar-samar
agak keputih-putihan
seperti asap yang mengelilingi
seluruh pandangannya

Berharap datangnya sang cahaya
putih yang mampu melebur hitam
sama saja jadinya, tetap abu-abu
siapa pemiliknya?
apakah Generasi abu-abu…

yang terikat diantara hitam dan putih~

DIANTARA NOKTAH CINTA

Kau putuskan benang merah dalam sebuah noktah
Menyisakan lubang-lubang hitam tak beraturan
Dan itu membunuh seluruh keyakinanku

Ooo,, jika malam ini aku harus bertanya
Kemanakah dulu rangkaian asmarandana yang memanggilku ?
Kemanakah dawai asmara yang merajutkan ikatan mimpi ?
Kemanakan hembusan nafasmu
ketika aku datang dari arah angin nan jauh ?
Dan kenapa kau sisakan aku dalam koma perjalanan
Hingga keyakinan ini berahir didalam noktah hitam

Ooo…….. jika esok aku masih harus bertanya
di ruang mana KAMU titipkan seUtas CINTA
agar Kami tak lagi papa~

 tipto0002

SAJAK UNTUK DJINGGA

kubawa mimpimu terbang ke langit malam
agar kamu tahu,
merindu cahaya, bukan hal biasa
biarkan bulan biaskan sinarnya
dan biarkan pena yang bertutur kata

tengoklah ke atas,
kubuat puisi terindah di angkasa kelam
yang terpukau dan terkapar di langit
dalam satu harap,
dapat menggali hatimu yang sedang gelap

kekasih, langkahmu masih belum lengkap
tertatih-tatih menuju akhir pencarian
kutatap matamu,
meremang,
dan semakin padam

TUHAN,
Kamu dimana?

~AS~

BIARKAN…

Biarkan,
mereka bercerita tentang kebenaran
dalam bermacam sudut pandang

biarkan mereka,
cerita tentang aib masa lalu kita
tetapi bukan di kekinian

biarkan kita mengulang peradaban
sejarah masa lampau yang berulang
menuju ke keabadian

biarkan kita dan mereka,
berbuat baik atau pun buruk
tiada yang tahu Rencana TUHAN.

~AS~

DEBU dan SAPU

sayang,
masih belum sempatkah kau sapu debu di teras kita?
debu debu hari kemarin
bahkan telah sekian lama menumpuk menutup guratan lantai
marmer itu tak lagi tembus cahaya
sayang,
debu teratas terbang saat angin kencang datang
sedangkan dibawahnya..
lapisan debu yang telah jadi kerak
bukan kerak bumi ataupun kerak lain
tetapi kerak debu yang menutup lantai marmer di teras kita

sayang,
apa kau masih menunggu..sapujagat bersihkan lantai kita?

RINTIHAN ILALANG

lelaki tampan terseok-seok
saat tongkatnya hilang
diterjang badai
pasrah,
rebah,
rubuh,
luruh,

gemuruh semangatnya
menatap serpihan bunga ilalang
terbang,
melayang,
menuju kejauhan

dalam bayangannya,
disana…
ada suatu tempat bagi ilalang
melepas rintihan
saat badai reda nanti

lelaki tampan ingin berlari
mencari belahan jiwa
adalah kerinduan nan panjang
diantara senyum sang rembulan.

DENDAMKAH YANG TERSIMPAN ITU… ?

Barangkali,
kau pernah bermimpi memilikinya
sedangkan aku tidak

waktu telah semakin jauh
menyeret ampas duka ke selokan rasa
kau malah tertawa

siapa yang peduli pada mimpiku ?
dan cuplikan mimpimu.. menggebu-gebu
dendamkah yang tersimpan itu… ?

Kau terlalu bermimpi memilikinya
sadarlah.. karunia kita berbeda
pada masa yang tak sama

Langit masih pesona biru
begitu pula indahnya pelangi
mampukah kau mengubahnya?

Kawan, perjalanan ini masih jauh
mungkinkah dendam itu akan luruh?
saat nanti bila kita sempat berlabuh..

SELAMAT JALAN REMBULAN

aku bersimpuh diatas ribuan doa
dari setumpuk dosa
yang memerah dilangit tuamu
dengan lembut kusapa penyesalan
mengeras pada sudut hatimu
kau memang tak pernah menangis
namun airmatamu telah lama
menyatu dalam bias rembulan
yang sempat kau sembunyikan

aku bersimpuh diatas gemulai daun pinus
dari hempasan badai dilangit tuamu
yang nyaris menenggelamkan semuanya
tentang dirimu
tentang ketenaranmu
tentang duniamu
dan tentang kenakalanmu
kesenangan diatas temali kecanduan
yang kau jadikan hiburan

aku bersimpuh diatas daun kering
yang basah oleh curah hujan dinihari
langit tuamu memerah dicakrawala
berselimut kain sutera tanpa pesona
bahkan kau pun telah kehilangan rasa
kau memang tak pernah menangis
namun airmatamu telah lama menyatu
dalam bias rembulan yang kau sembunyikan

“selamat jalan.. rembulan”

BUKAN ANGIN SORGA

seperti terbang melayang
rinai hujan menari bersama angin
bersama malam..
dingin
meriahkan suasana
desir semilir mengukir alam
gigil atap-atap reyot
tetangga rumah cemas
angin semakin menderu kencang
curah hujan menari jadi tak karuan
angin membuai ketakutan
itu bukan angin dari sorga
desahnya..
dalam pelukan doa.