BUKAN ANGIN SORGA

seperti terbang melayang
rinai hujan menari bersama angin
bersama malam..
dingin
meriahkan suasana
desir semilir mengukir alam
gigil atap-atap reyot
tetangga rumah cemas
angin semakin menderu kencang
curah hujan menari jadi tak karuan
angin membuai ketakutan
itu bukan angin dari sorga
desahnya..
dalam pelukan doa.

MANIS TIADA RASA

menyibak tirai duka
sepatah kata tersimpan
selepas manis dan sepah dibuang
“jangan bicara seperti itu, semua memang salahku”
bisik hatimu
namun manis telah habis
tiada seorang pun sudi menelan
pahit sendiri
jujur, janji janji
kalimat usang berulang
kini kau tahu segalanya
telah menempuh pahit terlalu lama
hingga datangnya manis tiada rasa
lidahku pahit,
tetapi terasa manis bagi jiwa.

Sang Pendosa

betapa mudahnya sembilan nyawa melayang
betapa sedih hatinya mereka yang kehilangan
padahal ‘sang pendosa’ baru saja menghamburkan uang
bagi secuil kesenangan-kesenangan ajakan setan

sebatas apa kesadaran manusia jaman sekarang
tersedia batas waktu pada titik nadir kemunafikan
kesenangan itu akhirnya sia-sia terbuang
… karena kebodohan mereka yang diperbudak setan

” ….Waktu,
senantiasa diam
hanya kejadianlah
yang mengingatkannya.. ”
(by: astrid suryapringga)

ANJLOK

Jemariku mengusap tetes airmata
dipipimu
dingin senyum disudut bibir
menyeruak sebuah tabir
getir…
nada nada sepi
menghilang sesaat
berganti dengan deru-deru hati
berseru dalam detak jantungmu
yang semakin tinggi
tak menentu…
tiada rasa istimewa bagi sepi
yang menerkam
lewati jendela malam
kereta anjlok
di persawahan.

BAYANG-BAYANG IBU

Ibu, kemejaku lecek dan bau apek
istri malah ngambek-ngambek
disangkanya aku mojok
dengan gadis montok

Ibu, meski bauku mencolok
Kau lebih baik daripada gadis montok
yang melenggang-lenggok
demi uang segepok

Ibu, kemejaku lecek dan bau apek
Kau maklumi kerjaku digudang ucek-mengucek
sampai dirumah malah jadi sumpek
istriku, jadilah seperti ibu yang tak suka ngambek.

>untuk : Ibu Dewi Cahaya

TUHAN KESEPIAN

Maka diciptalah planet-planet
yang berputar dalam ketetapanNYA
dicipta segala mahluk hidup di planet bumi
dan manusia adalah mahluk yang paling mulia
dari segala ciptaanNYA

TUHAN kesepian..
menyampaikan rasa sepiNYA
yang senantiasa berulang
pada setiap siklus perputaran planet
disuatu masa sebagian manusia dihancurkan

TUHAN
suka keindahan tapi bukan keindahan
dalam batas nalar manusia
DIA senang kedamaian tapi bukan kedamaian
dalam batas rasa damai manusia

TUHAN kesepian..
dalam dekapan iman disepertiga malam
aku tak tahu maksud yang disampaikanNYA
kecuali jalan lurus dalam ketetapanNYA
mengantarmu kehadapan CahayaNYA.

MUSIM PENGANTIN TIBA

jelang Desember
musim hujan yang kutunggu
tamanku berhiaskan melati
diantara rintik hujan
yang menata hari
biarkan rembulan sembunyi
dibalik awan
kegelisahan

jelang Desember
musim pengantin tiba
tiba-tiba justru aku berteriak-teriak tanpa seorangpun yang mau mendengarnya
“tooollloooonnnng…. “
gaunku
berhiaskan bunga api

ingin kuberlari kebibir pantai
agar dapat kuakhiri
duka lara tahun ini
wahai.. matahariku
untaian bunga bunga apimu
membakar luka dihati lelaki itu
yang tak sirna oleh curah hujan
pun bagi ketetapan hatinya

ooh citra…
engkaulah bayangan.

DARI LALAT KEMBALI KE LALAT

apa yang tersisa dari kesenangan kemarin?
adakah yang terlewat?
kepuasan yang sering menggeliat
ketika jemarimu menyentuh syahwat

diantara lembar-lembar maksiat
gejolak tubuh butuh sesaat
hanya sesaat
kadang lupa tersesat

gemuruh detak jiwamu,
detak pada detik akhir denyut nafasmu
malaikat berucap :
“kamu mau mati dengan gaya apa?
mengapa tak selesaikan kepuasanmu
dengan cara yang lebih terhormat?”

angan larat diujung sekarat
dalam kerumunan lalat….

SIAPA..?

kawan,
siapakah yang mengatur pertemuan ini
siapa pula yang menjadikan perpisahan
siapa yang mengikat hati kita saling merindu
siapa yang menghantar kata menuju daya cipta
siapa yang mengatur perjalanan perkenalan ini
siapa yang membuat nafas kata-kata kita semakin
panjang dan mengurai kemana saja…
siapa..?

tentu bukan aku
bukan kamu
dan bukan mereka

siapa ?
DIA Sang Maha
akan mengurai kembali segalanya
pada waktuNYA
siapa anda?